Sebagaimana jiwa ini
butuh penyegaran, begitu pula kendaraan. Pagi ini saya harus ke bengkel untuk
service karena kendaraan sudah waktunya untuk ganti oli, begitu masuk bengkel
lemparan senyum pun bertebaran, mulai dari pak satpam, OB, service advisor dan
para pegawainya. Mungkin karena itu merupakan sebuah tuntutan kerja agar dapat
naik ratingnya dan sekaligus naik gajinya. Selain itu untuk menarik customer
agar rajin datang ke bengkelnya. Mereka dibagi tugas masing-masing sesuai
dengan keahliannya. Meskipun berbeda tugasnya tetapi satu misi. Senyum, Salam,
dan Sapa itulah motto mereka. Mereka tak melihat latar belakang customer, entah
ningrat, pejabat maupun rakyat.
Pak satpam mencatat
nomor kendaraan, service advisor menanyakan keluhan-keluhan customer hingga
memberikan pengarahan tentang perawatan kendaraan. Tak kalah OB bertanya tentang
minuman yang mau dipesan. Teh, kopi, atau air putih saja.
Agamaku mengajariku
lebih dari sekedar bengkel resmi
Pembaca budiman, Islam
adalah agama yang mulia yang mengajarkan kelembutan, terlebih dalam urusan
dakwah mengajak manusia kepada ajaran yang lurus. Mengajak kepada surga yang
kenikmatannya tak dapat dibayangkan oleh akal kita.
Firman Allah dalam Surat
An Nahl ayat 125:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ (النحل: 125)
Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhan-mu, Dialah Yang Mahatahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan
Dialah Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS
an-Nahl [16]: 125).




