Rabu, 20 Mei 2015

Lebih dari sekedar bengkel resmi



Sebagaimana jiwa ini butuh penyegaran, begitu pula kendaraan. Pagi ini saya harus ke bengkel untuk service karena kendaraan sudah waktunya untuk ganti oli, begitu masuk bengkel lemparan senyum pun bertebaran, mulai dari pak satpam, OB, service advisor dan para pegawainya. Mungkin karena itu merupakan sebuah tuntutan kerja agar dapat naik ratingnya dan sekaligus naik gajinya. Selain itu untuk menarik customer agar rajin datang ke bengkelnya. Mereka dibagi tugas masing-masing sesuai dengan keahliannya. Meskipun berbeda tugasnya tetapi satu misi. Senyum, Salam, dan Sapa itulah motto mereka. Mereka tak melihat latar belakang customer, entah ningrat, pejabat maupun rakyat.
Pak satpam mencatat nomor kendaraan, service advisor menanyakan keluhan-keluhan customer hingga memberikan pengarahan tentang perawatan kendaraan. Tak kalah OB bertanya tentang minuman yang mau dipesan. Teh, kopi, atau air putih saja.

Agamaku mengajariku lebih dari sekedar bengkel resmi

Pembaca budiman, Islam adalah agama yang mulia yang mengajarkan kelembutan, terlebih dalam urusan dakwah mengajak manusia kepada ajaran yang lurus. Mengajak kepada surga yang kenikmatannya tak dapat dibayangkan oleh akal kita.
Firman Allah dalam Surat An Nahl ayat 125:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ (النحل: 125)
Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah Yang Mahatahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS an-Nahl [16]: 125).

Selasa, 27 Januari 2015

Awas Jangan Pukul Muridmu !!

Dalam UU Perlindungan Anak, khususnya soal hak dan kewajiban anak dan pasal lain yang berkaitan dengan hak anak (18 pasal), sementara kewajiban hanya satu pasal saja (pasal 19). bunyi pasal 19 UU Perlindungan Anak ini: Setiap anak berkewajiban untuk : 
  1. Menghormati orang tua, wali, dan guru; 
  2. Mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman;
  3. Mencintai tanah air, bangsa, dan negara; 
  4. Menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya; dan
  5. Melaksanakan etika dan akhlak yang mulia. 

Maka Jika anak melanggar kewajiban No.1 & 3, 5 apakah di anggap melanggar hukum dan berhak dilaporkan kepada yang berwajib? Para Guru tidak berani bertindak tegas kepada murid karena takut terkena sanksi dari UU Perlindungan Anak. Bayangkan saja, terkena pasal 80 ayat (1) merupakan penderitaan yang amat sangat bagi guru yang berpenghasilan pas-pasan. Penjara atau tetap mengajar dengan ganti rugi sebesar 72 juta rupiah.

Kamis, 23 Januari 2014

Berebut Seonggok Bangkai



Hmm… Jijik mendengarnya… melihat pun tak mau,..
Namun demikianlah keadaannya..

"Srigala tak mau berebut...Hanya anjing saja yang berebut bangkai, lihatlah kehidupan anjing! Mereka nampak bersahabat, akur, ramah berteman. Namun tatkala dihadapkan dengan seonggok bangkai ia menjadi musuh, siapa yang kuat ia dapat, siapa yang menang ia kenyang".

Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma berkisah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu ketika melewati pasar sementara orang-orang berada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat). Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata:

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوا: وَاللهِ، لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?” Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian?” “Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai,” jawab mereka. Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian.” (HR. Muslim no.7344)

Rabu, 23 Oktober 2013

Beasiswa Daar Al-Hadits

Daar Al-Hadits Al-Khayriyyah, didirikan pada 1352 (sekitar 1930 menurut kalender masehi), tidak hanya memberi siswa pemahaman mendalam dari Sunnah dan ilmu, ia juga termasuk penelitian di semua bidang syari'at. Sekolah terdiri dari empat departemen: tingkat sekolah dasar, tingkat sekolah menengah, tingkat sekolah tinggi, dan tingkat perguruan tinggi.

Penelitian yang sangat intens mulai dari tingkat tiga tahun sekolah menengah, di mana siswa mempelajari teks-teks klasik seperti Al-Bayqooniyyah, Al-Aajroomiyyah, Al-Kawaakibud-Duriyyah, 'Umdatul-Ahkam, dan Nuzhatun-Nathr.Di tingkat sekolah tiga tahun tinggi, penelitian berfokus pada buku-buku seperti Shahih Al-Bukhari, Sunan At-Tirmithee, Ar-Rowdul-Murbi ', Tadreebur-Raawee, Fat-Hul-Majeed, dan Fat-Hul-Qadeer.Semua tingkat mengharuskan siswa untuk menghafal tiga juz Al-Qur'an setiap tahun.

Dalam empat tahun mahasiswa tingkat menyelesaikan studi mereka dari enam buku yang tersisa dari hadits: Shahih Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan An-Nasaa'ee Mereka juga selesai menghafal Al-Qur'an dengan tafsir, dan banyak studi. besar lainnya buku-buku dari para ulama Islam, seperti Ibn Abil-'Izz Al-'Aqeedatut-Tahaawiyyah, Ash-Showkaanee yang Naylul-Awtaar, Ibnu Hisyam As-Seeratun-Nabawiyyah, dan Alfiyyah Ibnu Malik antara lain. Siswa juga harus menyelesaikan sebuah makalah penelitian dalam subjek yang ditugaskan kepada mereka oleh pemerintah di tahun terakhir mereka.


Rabu, 30 Januari 2013

Menyoal Busana Muslimah



Dari kiri ke kanan: Hidayah, dari kanan ke kiri: mushibah

Busana muslimah, jilbab, adalah simbol identitas. Busana muslimah sekaligus merupakan simbol mental baja pemakainya. Gimana nggak, dalam kondisi masyarakat yang rusak bin amburadul ini masih ada orang yang berani tampil dan bangga dengan jilbab. Namun demikian masih perlu mendapat perhatian khusus terutama dalam tatacara memakai hijab yang syar'i (sesuai ajaran Nabi). Jika kita cermati di sekitar kita, banyak orang tua yang bangga jika anaknya menjadi juara dalam lomba busana muslimah, padahal pemenangnya sudah pasti pakaiannya masih jauh dari tuntunan syariat yang benar.

Selasa, 18 Desember 2012

JULAIBIB & ISTRI SHALIHAH

Wanita yang shalihah…
Jika telah sampai suatu perintah syariat pada seorang wanita muslimah maka ia segera taat, terima, dan tunduk (walau itu berat untuk dijalankannya).  Dia tidak menyanggah, tidak membangkang, ataupun mencari alasan untuk tidak menerimanya.
Perhatikanlah cerita wanita mulia ini! Cerita tentang seorang pengantin wanita…
Adalah seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bernama Julaibib. Wajahnya sungguh tidak  menarik dan miskin pula. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menawarinya menikah. Dia berkata (tidak percaya), “Kalau begitu, Anda menganggapku tidak laku?”
Beliau bersabda, “Tetapi kamu di sisi Allah bukan tidak laku.”
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa terus mencari kesempatan untuk menikahkan Julaibib…
Hingga suatu hari, seorang laki-laki dari Anshar datang menawarkan putrinya yang janda kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar beliau nikahi. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Ya. Wahai fulan! Aku akan menikahkan putrimu.”
“Ya, dan sungguh itu suatu kenikmatan, wahai Rasulullah,” katanya riang.

Jumat, 22 Juni 2012

Seni Mendidik Anak 4


18. Jangan biarkan anak-anak anda bergaul dengan anak-anak yang tidak terdidik/ bodoh, karena anakmu akan meniru omongan dan perbuatan mereka yang jelek sehingga akan meruntuhkan apa yang sudah diajarkan.
Seorang penyair mengatakan:
Seorang anak tentu akan menghafal apa yang diberikan kepadanya
_____ Dan tidak akan lupa
Karena Hatinya seperti permata yang bening
_____ Maka ukirlah di atas hatinya berita yang engkau kehendaki
Maka kelak ia akan mengungkapkan
_____ Dari hafalannya yang sempurna
Seorang anak pikirannya kosong dan siap menerima segala sesuatu, sebagaimana dikatakan (dalam peribahasa):
“Mengukir (belajar) di masa kecil seperti mengukir di atas batu.”