Kamis, 30 Desember 2010

UMAT YANG DIMURKAI

KEPADA (YAHUDI) UMAT YANG DIMURKAI

Oleh, Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy hafizhahullahu Ta’ala,

Kepada umat yang dimurkai, yang Allah berfirman tentang mereka,

فَبَاؤُواْ بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al Baqoroh : 90)

Kepada umat yang hina dina yang Allah timpakan kepada mereka kehinaan karena kekufuran mereka dan perbuatan mereka membunuh para nabi.

﴿ ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاء بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴾

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (Ali Imron : 112)

Inilah sebagian sifat-sifat kalian yang menyebabkan kalian hina, rendah dan mendapatkan murka dari Allah. Dan tidak akan tegak kekuasaan kalian kecuali kalian berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia sampai masa kita ini dan sampai hari kiamat.

Kalian tidak punya sandaran keimanan dan akidah, kalian juga tidak punya sandaran sifat kejantanan dan keberanian. Kalian senantiasa berperang dari balik-balik tembok, perpecahan sesama kalian sangatlah keras.

Sesungguhnya sifat-sifat keji kalian sangatlah banyak, antara lain : khianat, mungkir, membuat-buat fitnah, menyalakan api peperangan, membuat kerusakan di muka bumi dan setiap kali kalian menyalakan api peperangan Allah memadamkannya. Sejarah kalian sungguh hitam dan kehinaan kalian tidak asing lagi bagi seluruh umat-umat.

Untuk umat (Yahudi) ini aku katakan – dan juga dikatakan oleh setiap muslim yang tulus : Janganlah kalian angkuh dan sombong. Janganlah kalian terpedaya oleh kemenangan semu yang kalian dapatkan. Sesungguhnya kalian demi Allah tidak pernah menang atas pasukan Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan tidak pernah menang atas akidah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama; yaitu akidah tauhid “Laa Ilaaha Illallah”. Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang dipimpin oleh orang-orang semisal Kholid bin Al Walid, Abu Ubaidah bin Al Jarroh, Sa’ad bin Abi Waqqosh, Amru bin Al ‘Ash dan Nu’man bin Muqrin dari orang-orang yang terdidik di atas akidah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama. Serta mereka mendidik pasukan mereka di atas itu, dan memimpin mereka untuk meninggikan Kalimatullah. Orang-orang yang lebih kuat dan perkasa dari kalian seperti balatentara kisra dan kaisar tidak sanggup berdiri menghadang mereka.

Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang seperti ini jati diri, akidah dan manhajnya, dan yang cita-citanya adalah menegakkan Kalimatullah. Kalian hanya menang melawan pasukan-pasukan dari generasi-generasi yang dikatakan Allah Ta’ala,

﴿ فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ﴾

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,”. (Maryam : 59)

Kalian menang atas pasukan yang kebanyakan mereka tidak berakidah seperti akidah Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan sahabat-sahabatnya, tidak mengikuti manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan tentaranya, tujuannya pun tidak sama dengan tujuan yang dulu mereka berjihad karenanya.

Atas orang-orang yang seperti buih-buih di permukaan airlah kalian menang. Dikarenakan kesia-siaan dan kegagalan mereka negara kalian bisa tegak, dan kalian merasa berkuasa di bumi serta menyebarkan kerusakan padanya

﴿ وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا . فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً . ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا . إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا ﴾

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. (Al Isro’ : 4-7)

Inilah sejarah kalian, dan beginilah Allah memperlakukan kalian. Sekalipun ini telah berlalu di tangan orang-orang majusi. Maka kalian – insya Allah – akan mendapatkan apa yang lebih dahsyat dari itu ditangan tentara Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, tentara islam sebagaimana Allah telah mengancam kalian dengan itu karena kerendahan dan kehinaan kalian di sisiNya.

﴿ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا ﴾ .

“Dan Sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-Isro’ : 8)

Sekarang kalian kembali mengulangi kedurhakaan, dan akan kembali kepada kalian hukuman yang keras dari Allah yang tidak pernah mengingkari janji-Nya, dan di atas tangan-tangan pasukan Muhamad bukan di tangan anak-anak buatan kalian dan barat yang Kristen dan matrealisme. Jangan kalian angkuh dan bangga, demi Allah kalian tidak pernah menang atas islam, tidak atas pasukan Muhamad, (Umar) Al Faruq, Kholid dan saudara-saudaranya dari tentara-tentara Allah dan tentara-tentara islam.

Kepada seluruh kaum muslimin – pemerintah dan rakyatnya, kelompok-kelompok dan golongan-golongan, para ulama dan cendikiawan- sampai kapan kalian cenderung kepada kehidupan yang hina ini!? Sampai kapan kalian hidup seperti buih-buih di lautan!? Sampai kapan!? Dan sampai kapan!?

Mana orang-orang pintar kalian!? Mana ulama-ulama kalian!? Mana para cendikiawan kalian!? Dan mana panglima-panglima pasukan kalian!?

Kalian telah mendirikan ribuan sekolah dan universitas, lantas apa buahnya!? Demi Allah, kalau sepersepuluh dari orang-orang yang menisbatkan diri kepada sekolah-sekolah dan universitas-universitas ini tegak di atas Minhaj Nubuwwah, baik akidah, akhlak, dan undang-undang, niscaya akan menerangi dunia dengan cahaya keimanan dan tauhid, serta sirnalah kegelapan kebodohan, syirik dan bid’ah. Dan musuh-musuh kalian tidak akan menguasai kalian seperti saat ini. Dan jika ada sebagian perguruan tinggi ini tegak di atas manhaj yang hak ini orang-orang yang tidak menyukai manhaj ini menyusup kedalamnya, lalu mempengaruhi perjalanannya dan merobah haluan kebanyakan orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya, maka hanya kepada Allah semata tempat mengadu.

Tidakkah realita pahit ini mewajibkan kalian untuk mengkaji ulang konsep-konsep sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi kalian serta konsep pembinaan kalian? Tidakkah telah datang saatnya untuk berpikir sungguh-sungguh dalam merobah kondisi ini? Dan membalikkan menjadi lebih baik, serta menegakkan manhaj-manhaj islamiyah yang shohih yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah shollallahu ‘alahi wa sallama dan Manhaj as Salafush sholeh. Demi Allah tidak akan baik akhir umat ini kecuali dengan apa-apa yang telah membuat baik generasi awalnya.

Robahlah manhaj-manhaj ini, yang kebanyakannya tidak menghasilkan untuk kalian kecuali buih-buih diatas permukaan air. Tegakkanlah di atas puing-puingnya manhaj robbany yang tidak ada kebaikan, keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat bagi kalian kecuali dengannya, jika kalian menginginkan untuk diri kalian dan umat kalian keberuntungan, kebaikan dan kemenangan atas musuh-musuh, terutama atas orang-orang yang Allah timpakan atas mereka kehinaan dan kerendahan (yahudi).

Dan kepada para pemimpin kaum muslimin – secara khusus – sesungguhnya di atas pundak kalian ada tanggung jawab yang sangat besar;

Pertama : komitmen kalian kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta siroh Al Khulafa’ Ar Rosyidin, dalam akidah, ibadah dan politik kalian. Dan dalam membawa rakyat kalian serta mendidik mereka di atas itu semua.

Adalah kewajiban dari Robb kalian atas kalian untuk mencampakkan undang-undang buatan manusia – demi Allah – yang terkebelakang itu. Lalu memimpin umat kalian dalam segala aspek kehidupannya dengan Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya serta sunnah khulafa ar rosyidin; baik yang berkaitan dengan agama maupun dunianya.

Sesungguhnya kalian adalah hamba-hamba Allah, hidup di bumi-Nya, dan dari rizkiNya lah kalian makan, minum dan berpakaian. Maka merupakan kewajiban kalian untuk mengibadati-Nya, bersyukur kepada-Nya dan berbangga dengan agama serta syari’at-Nya, lalu kalian berpegang teguh dengannya, dan mewajibkan rakyat kalian untuk memegang teguhnya, karena manusia itu mengikuti agama raja-rajanya. Sesungguhnya Allah mengangkat sesuatu dengan kekuasaan, apa yang tidak diangkatnya dengan Al Qur’an, sebagaimana dikatakan oleh Al Kholifah Ar Rosyid Utsman.

Kedua : hendaklah kalian membentuk pasukan-pasukan islamiyah yang terdidik di atas Al Kitab dan As Sunnah serta di atas azas-azas kemiliteran islami. untuk merealisasikan tujuan dan cita-cita pasukan pengikut Nabi Muhammad, kalian wajib mendidiknya di atas akidah dan manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, Al Faruq dan Kholid. Serta mendidik mereka di atas cita-cita yang telah digariskan Allah untuk Muhamad dan sahabat-sahabatnya, agar mereka menjadi tentara Allah sejati. Ketika itulah kalian tidak akan terkalahkan.

﴿ وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ ﴾

“Dan Sesungguhnya tentara Kami Itulah yang pasti menang”. (Ash-Shoffat : 173)

Bukan di atas cita-cita dan tujuan duniawiyah, slogan-slogan jahiliyah seperti sukuisme, nasionalisme dan rasisme, serta apa yang lebih buruk dari pada itu.

Sungguh telah cukup bagi kalian – insya Allah – dan telah cukup bagi umat kalian apa yang menimpa kalian dan mereka, yaitu pelecehan umat paling hina lagi rendah dan tantangan mereka kepada kalian. Serta keangkuhan, kesombongan dan perbuatan aniaya mereka kepada kalian. Demi Allah tidak ada yang bisa menolak keburukan dan kesombongan ini melainkan dengan berpegang teguh kepada islam dan mendidik umat kalian serta pasukan-pasukan kalian di atas pokok-pokoknya dan dasar-dasarnya di samping itu meruntuhkan segala syi’ar, pemikiran dan akidah yang telah membawa umat kepada realita pahit ini.

Dan kepada rakyat Palestina – secara khusus – rakyat ini wajib mengetahui; bahwasanya (dahulu) Palestina tidak ditaklukan kecuali dengan islam ditangan (Umar) Faruq-nya islam serta pasukan-pasukan islamiyahnya. Dan Palestina tidak akan bisa dibebaskan dari kotoran yahudi kecuali dengan islam yang hak, yang dengannya dahulu Palestina ditaklukan melalui tangan Al Faruq (Umar).

Kalian telah banyak berjuang dan sangat banyak. Saya tidak pernah mengetahui suatu bangsa yang memiliki kesabaran seperti kesabaran kalian. Akan tetapi banyak dari kalian tidak mengemban akidah Al Faruq dan manhajnya. Kalau jihad kalian tegak di atas ini, niscaya problema kalian akan lenyap, dan kalian pasti meraih kemenangan. Maka wajib atas kalian menegakkan akidah-akidah kalian, manhaj-manhaj kalian dan jihad kalian di atas Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Kalian wajib berpegang teguh semuanya dengan tali Allah dan janganlah berpecah-belah. Lakukanlah semua ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan; di mesjid-mesjid, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi-perguruan tinggi kalian. Serta tepatilah janji kepada Allah dalam semua itu – insya Allah – untuk mewujudkan kemenangan sesungguhnya atas yahudi saudara-saudara kera dan babi.

Dan sesungguhnya penduduk Syam yang muslim dijanjikan kemenangan atas yahudi dan nasrani melalui lisan Ash Shodiqul Mashduq shollallahu ‘alaihi wa sallama. Maka sinsingkanlah lengan niscaya Allah akan mewujudkan janjiNya untuk kalian. Tanpa itu kalian tidak akan mendapatkan kecuali kerugian.

Demi Allah, tidak bermanfaat bagi kalian campur tangan amerika dan PBB, begitu juga sukuisme dan nasionalisme yang dimurkai Allah.

Segeralah! Segeralah jalani sebab-sebab kemenangan hakiki. Telah cukup bagi kalian pengalaman-pengalaman yang tidak memberikan apa-apa untuk kalian. Janganlah seperti yang dikatakan (permisalan arab),

“Bagaikan seekor onta ditengah gurun, mati kehausan

Sedangkan ia membawa air di atas punggungnya”.

Ya Allah, wujudkanlah untuk umat ini perkara yang baik yang padanya wali-waliMu menjadi mulia dan musuh-musuhmu padanya menjadi hina. Ya Allah tinggikanlah Kalimat-Mu, muliakanlah Din-Mu dan muliakanlah dengannya kaum muslimin, bimbinglah mereka kepada-Mu dan kepada agama-Mu, sesungguhnya Engkau Maha mendengarkan do’a.

(Dinukil dan diterjemahkan dari : http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=662)

Senin, 15 November 2010



Alpokat

(Persea gratissima Gaertn.)
Sinonim : P. americana, Mill.
Familia : Lauraceae
Uraian :
Pohon buah dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak juga ditanam di kebun dan di pekarangan yang lapisan tananhnya gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), pada daerah tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya. Pohon kecil, tinggi 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak rmenggulung ke atas, bertulang rnenyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul. Bunganya bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya buah buni, bentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan. Biji bulat seperti bola, diameter 2,5-5 cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpokat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice. minyaknya digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik. Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.
Nama Lokal :
Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat (Jawa). apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sariawan, melembabkan kulit kuring, kencing batu, sakit kepala; Darah tinggi (Hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung,; Saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi,; Kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daging buah, daun, biji.

KEGUNAAN:
Daging buah :- Sariawan. - Melembabkan kulit kering.

Daun :
- Kencing batu.
- Darah tinggi, sakit kepala.
- Nyeri syaraf.
- Nyeri lambung.
- Saluran napas membengkak (bronchial swellings).
- Menstruasi tidak teratur.

Biji :
- Sakit gigi.
- Kencing manis.

PEMAKAIAN :
Untuk minum:
3-6 lembar daun.
Pemakaian Luar:
Daging buah secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker. Daun untuk pemakaian setempat, biji digiling halus menjadi serbuk untuk menghilangkan sakit.

CARA PEMAKAIAN:
1. Sariawan:
Sebuah isi alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni, diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

2. Kencing batu:
4 lembar daun alpokat,
3 buah rimpang teki,
5 tangkai daun randu,
setengah biji pinang,
1 buah pala,
3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

3. Darah tinggi :
3 lembar daun alpokat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin diminum sekaligus.

4. Kulit muka kering:
Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering.

5. Sakit gigi berlubang:
Lubang pada gigi dimasukkan bubuk biji alpokat.

6. Bengkak karena Peradangan:
Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan kebagian tubuh yang sakit.

7. Kencing manis:
Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil dengan golok, kemudian digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.

8. Teh dan alpokat baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (Neuralgia) dan datang haid tidak teratur.

Data penelitian:
Daun mempunyai aktivitas antibakteri dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus strain A dan B. Staphylococcus albus, Pseudomonas sp., Proteus sp., Escherichea coli dan Bacillus subtilis (E.O. ognulans dan E. Ramstad 1975).
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Daun: Rasa pahit, kelat. Peluruh kencing. Biji : Anti radang, menghilangkan sakit. KANDUNGAN KIMIA: Buah dan daun mengandung saponin, alkaloida dan flavonoida, Buah juga mengandung tanin dan daun mengandung polifenol, quersetin, gula alkohot persiit.
Adas

(Foeniculum vulgare Mill.)
Sinonim : E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.
Familia : Apiaccae (Umbelliferae)

Uraian :
Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 em, panj' ang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Nama Lokal :
Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Buah :
buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3. Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. 5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. 6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk, Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;
Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

KEGUNAAN:
Buah bermanfaat untuk mengatasi : - sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual, muntah, diare, - sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, - batuk berdahak, sesak napas (asma), - haid: nyeri haid, haid tidak teratur, - air susu ibu (ASI) sedikit,- putih telur dalam kencing (proteinuria), - susah tidur (insomnia), - buah pelir turun (orchidoptosis), - usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), - pembengkakan saluran sperma (epididimis), - penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis), - mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya, - rematik gout, dan- keracunan tumbuhan obat atau jamur.
Daun berkhasiat mengatasi : - batuk, - perut kembung, koilk, - rasa haus, dan - meningkatkan penglihatan.

CARA PEMAKAIAN :
Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum. Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka. Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Batuk
a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2 cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendokteh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.

b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2 kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum, bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

2. Sesak napas
a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari, sampai sembuh.

b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2 jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

3. Sariawan
Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler 1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam, daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut 1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari, rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup 3/4 gelas.

4. Haid tidak teratur Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam, jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari, bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

5. Batu empedu Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air panas.
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Buah :
buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil).
KANDUNGAN KIMIA :
Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :
1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan.
2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus).
3. Menghilangkan dingin dan dahak.
4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan.
5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal.
6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

Belimbing

(Averhoa carambola)

Sinonim :

Familia : Oxalidaceae

Uraian :
Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m dpi. Pohon yang berasal dari Amerika tropis ini menghendaki tempat tumbuh tidak ternaungi dan cukup lembab. Belimbing wuiuh mempunyai batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daun bertangkai pendek, bentuknya bulat teiur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. Perbungaan berupa malai, berkelornpok, keluar dari batang atau percabangan yang besar, bungs kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 ern, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. Rasa buahnya asam, digunakan sebagai sirop penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok.

Nama Lokal :
Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Kolesterol, Hipertensi;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, buah.

KEGUNAAN:
Bunga:
- Batuk.
- Sariawan (stomatitis)

Daun:
- Perut sakit. Gondongan (Parotitis).
- Rematik.

Buah:
- Batuk rejan.
- Gusi berdarah, sariawan.
- Sakit gigi berlubang.
- Jerawat. Panu.
- Tekanan darah tinggi.
- Kelumpuhan.
- Memperbaiki fungsi pencernaan.
- Radang rektum.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: Lihat resep.
Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu.

CARA PEMAKAIAN:

1. Pagel linu:
1 genggam daun belimbing wuiuh yang masih muda, 10 biji cengkeh,
15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya.
Lumurkan ketempat yang sakit.

2. Gondongan:
10 ranting muda belimbing wuiuh berikut daunnya dan 4 butir bawang
merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat
yang sakit.

3. Batuk pada anak.
Segenggam bunga belimbing wuiuh, beberapa butir adas, gula
secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah
dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum,
pagi dan malam sewaktu perut kosong.

4. Batuk:
25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari
kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4
genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun
inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong
seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4
gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya.
Sehari 3 kali 3/4 gelas.

5. Batuk rejan:
a. 10 buah belimbing. wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus,
diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum,
lakukan 2 kali sehari.
b. Buah belimbing wuiuh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

6. Rematik :
a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji
merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya
sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi
ketempat yang sakit.

b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca
L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk
halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan
1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok
dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

7. Sariawan:
a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan
1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring,
dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.

b. 2/3 genggam bunga belimbing wuiuh, dicuci lalu direbus dengan
3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin
disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas.

c. 3 buah belimbing wuitjh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang
muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari
pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok
makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk
mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

8. Jerawat:
a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus,
diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka
yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari,

b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang,
digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis.
Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang
berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

9. Panu:
10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur
sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai
untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

10. Darah tinggi.
a. 3 bua

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, suifur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, suifur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.