17.
Utamakan hafalan AI-Qur’an, dan berilah anakmu hafalan yang ringan setiap
harinya walaupun dengan satu ayat.
Karena
orang-orang yang sibuk dengan Al-Qur’an adalah sebaik-baik manusia, sebagaimana
terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dari Utsman bin Affan, ia berkata: “Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik
kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an kemudian mengajarkannya.”
Dan
dalam sebuah riwayat (yang lain dari) Al-Bukhari (dengan lafadz): “Seutama-utama kalian”
sebagai ganti dari “Sebaik-baik
kalian.”
Dan
Nabi telah mewasiatkan kepada umatnya untuk memperhatikan dan mementingkan
Al-Qur’an.
Berkata
Al-Imam Al-Bukhari (9/5022): “Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Yusuf,
ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Malik bin Mighwal, ia berkata: “Telah
bercerita kepada kami Thalhah, ia berkata: “Aku bertanya kepada Abdullah bin
Abu Aufa: “Apakah Nabi shollallohu alaihi wa sallam memberi wasiat?” Lalu ia
menjawab: “Tidak”. Aku berkata: “Bagaimana mungkin Nabi tidak memberi wasiat,
sedangkan beliau memerintahkan manusia untuk berwasiat.” Dia menjawab: “Beliau
berwasiat dengan Kitabullah.”
Al-Hafidz
berkata: “Yang dimaksud berwasiat dengan kitabullah adalah untuk menjaganya/
menghafalnya, mengikutinya melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi
larangan-larangannya serta terus-menerus membaca dan mempelajarinya dan
sebagainya.”
Dan
Al-Qur’an itu akan memberi syafa’at bagi pembacanya. Al-Imam Muslim berkata
(1/553): “Telah bercerita kepada kami Al-Hasan bin Ali Al-Hulwani. ia berkata:
“Telah bercerita kepada kami Abu Taubah yaitu Ar-Rabi bin Nafi’, ia berkata:
“Mu’awwiyah yakni Ibnu Sallam ia berkata dari Zaid bahwa ia mendengar Abu Salam
berkata: “Telah bercerita kepada kami Abu Umamah ia berkata: “Rasulullah
shollallohu alaihi wa sallam bersabda:
“Bacalah
Al-Qur an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi
pembacanya.”
Dan
telah berkata Imam Muslim rohimahulloh (1/554): “Telah bercerita kepada kami
Ishaq bin Mansur, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Yazid bin Abdur
Rabbih, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Al-Walid bin Muslim, ia
berkata: “Dari Muhammad bin Al-Muhajir dari Al-Walid bin Abdurrahman Al-Jurasyi
dari Jubair bin Nufair, ia berkata: “Aku mendengar An-Nawwas bin Sam’an
Al-Kilabi mengatakan: “Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam
bersabda:
“Didatangkan
Al-Qur’an itu dan ahlinya yang mereka dulu mengamalkannya Akan datang padanya
surat Al-Baqarah dan Ali Imran membela pembaca kedua surat tersebut.”
Dari
Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda:
“Orang
yang membaca Al-Qur an dengan mahir maka ia bersama kumpulan malaikat yang
mulia dan suci, dan orang yang membacanya terbata-bata dan dia kesulitan maka
baginya dua pahala.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Dan
dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallohu anhu ia berkata: Rasulullah shollallohu
alaihi wa sallam bersabda:
“Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah al-utrujah, baunya enak dan
rasanya enak, dan permisalan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur an
seperti buah kurma tidak berbau tapi rasanya manis, dan permisalan seorang
munafik yang membaca Al-Qur an seperti ar-raihanah, baunya enak tapi rasanya
pahit, dan permisalan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti
al-handzalah, tidak berbau dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari
Abdullah bin Umar[*] bahwa
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya
Allah mengangkat derajat dengan kitab ini beberapa kaum dan merendahkan yang
lain.” (HR.
Muslim)
Dan
dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu anhuma bahwa Nabi shollallohu alaihi
wa sallam bersabda:
“Dikatakan
kepada pembaca Al-Qur’an: “Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana dulu
engkau membacanya dengan tartil selama di dunia karena sesungguhnya kedudukanmu
pada ayat terakhir yang engkau baca.” [HR. Ahmad (2/192), Abu Dawud dan
At-Tirmidzi. Dan At-Timiidzi berkata: "Ini adalah hadits hasan."]
Dan
hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak
boleh ada hasad kecuali dalam dua perkara: seorang lelaki yang dianugerahi
Al-Qur ‘an oleh Allah, kemudian ia membacanya siang dan malam, dan seorang
lelaki yang dianugerahi harta kemudian dia menginfakkannya siang dan malam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan
yang sudah dihafal hendaknya selalu dijaga, kalau tidak ia akan hilang dengan
cepat. Imam Bukhari mengatakan: “Telah bercerita kepada kami Muhammad: bin
Al-’Ala, ia berkata: “Telah bercerita kepada kami Abu Usamah, ia berkata: “Dari
Buraid dan Abu Burdah dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu dari Nabi beliau
bersabda:
“Jagalah
Al-Qur an ini karena demi yang jiwaku di tangan-Nya, Al-Qur an itu lebih cepat
hilang daripada seekor onta dalam ikatannya.”
________
[*] Yang benar dalam Shahih Muslim adalah
dari Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu.
(Bersambung
ke bagian 4…)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar